7 September 2004 lalu seorang aktivis HAM yang hendak melanjutkan studi S2 bidang hukum humaniter di Universitas Utrecht, Belanda, meregang nyawa di pesawat yang membawanya ke negeri kincir angin itu. Ditemukan kandungan arsenik di dalam tubuhnya. Munir Said Thalib di racun di udara.
“…Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan
Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti…”
Munir dibunuh karena BENAR!
Munir dibunuh karena benar
Source: resna